Sabtu, 20 November 2021

Tumbuhan Petai

Pendahuluan


Tumbuhan  Petai merupakan pohon tahunan tropika dari suku polong-polongan. Tumbuhan ini tersebar luas di Nusantara bagian barat. Bijinya, yang disebut "petai" juga, dikonsumsi ketika masih muda, baik segar maupun direbus. Biji hijau cerah ukuran dan bentuk almond gemuk yang memiliki bau yang agak aneh. Nama tumbuhan ini : Petai, Nama lain : Pete, Kacang pahit, Sataw. Nama ilmiah : Parkia speciosa.

Karakteristik Tumbuhan

Tumbuhan petai dapat tumbuh sekitar 90 kaki (30 meter). Pohon petai menahun, tinggi dapat mencapai 20m dan kurang bercabang. Daunnya majemuk, tersusun sejajar. Bunga majemuk, tersusun dalam bongkol (khas Mimosoidae). Bunga muncul biasanya di dekat ujung ranting yang mengeluarkan nektar yang menarik dan kelelawar penyerbuk lainnya. . Buahnya besar, memanjang, betipe buah polong. Dari satu bongkol dapat ditemukan sampai belasan buah. Dalam satu buah terdapat hingga 20 biji, yang berwarna hijau ketika muda dan terbalut oleh selaput agak tebal berwarna coklat terang. Buah petai akan mengering jika masak dan melepaskan biji-bijinya. 

Kegunaan Tumbuhan

Kadar gula darah tinggi merupakan salah satu tanda penyakit diabetes. Jika dibiarkan berkepanjangan, kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk mengontrol kadar gula darah guna mencegah penyakit diabetes dan mengurangi risiko terjadinya komplikasi diabetes. Gula darah bisa dikontrol dengan rutin olahraga serta mengonsumsi makanan sehat dan membatasi asupan gula. Salah satu makanan yang dipercaya baik untuk mengontrol gula darah adalah petai. Ini berkat kandungan antioksidan serta zat kimia beta-sitosterol dan stigmasterol pada petai yang dapat menjaga agar gula darah tidak melonjak.

Penutup

Tulisan ini merupakan hasil kajian kepustakaan ruang digital melalui situs internet. Ucapan terima kasih penulis kepada para pengelola situs internet yang telah saya jadi sumber tulisan ini dan mohon maaf nama penulis sumber tulisan tidak saya tuliskan disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar