Rabu, 24 Juni 2009

Resepsi Pernikahan


Perayaan Resepsi Pernikahan Adat Desa Jiwa Baru Lubai. Desa Jiwa Baru Lubai merupakan merger 2 (dua) desa yaitu Baru Lubai dan Kurungan Jiwa, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan. Terletak pada dataran rendah, dilintasi oleh Sungai Lubai. Jarak dari Kota Palembang 120 KM dan dari Kota Batu Raja 70 KM. 

Mayoritas penduduknya adalah etnis Lubai masuk rumpun suku Ogan. Bahasa yang digunakan adalah mirip bahasa Melayu Deli. Agama yang dianut masyarakat desa Jiwa Baru mayoritas Islam. Mata pencaharian adalah petani Kebon Karet dan Nanas.

Perayaan Pernikahan 

  • Waktu penyelenggara Resepsi Pernikahan adalah pada Malam Minggu dimulai pukul 19.30 sampai dengan pukul 03.00 WIB. Dilanjutkan kembali pada hari Minggu dimulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 15.00 WIB;
  • Tempat penyelenggaran Resepsi Pernikahan adalah sebuah lapangan pedesaan yang diatasnya didirikan Tenda (dahulu tiang dari kayu dan atapnya dari pohon sejenis Rumbia dalam bahasa Lubai Sehedang). Tempat penyelenggaraan Resepsi Pernikahan ini dinamakan Bangsal yang didalamnya terdiri dari : Panggung untuk hiburan (Orkes atau Organ Tunggal) dan Panggung untuk kedua Mempelai Pengantin duduk bersanding serta orangtua masing-masing mempelai serta kursi tamu para undangan;
  • Tamu undangan adalah para remaja Putra – Putri dari desa sekitar Jiwa Baru. Adapun tamu undangan orang tua terdiri dari para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta kaum kerabat yang berdatangan dari jauh Kota Prabumulih, Palembang dan sebagainya. Masyarakat Jiwa Baru yang tidak mendapat undangan Resepsi Pernikahan, hanya dapat menonoton dari kejauhan yaitu diluar bangsal;
  • Prosesi Resepsi Pernikahan adalah dimulai mempelai pengantin Putera diringi keluarganya menjemput mempelai pengantin Puteri dan keluarga untuk menuju tempat Resepsi Pernikahan. Selanjutnya setelah kedua mempelai telah duduk bersanding di dalam bangsal acara dimulai dengan pembukaan, kata sambutan-sambutan. Setelah kata sambutan selesai ditampilkan hiburan dari Orkes ataupun Organ Tunggal sebanyak 3 (tiga) lagu. Selanjutnya acara yang paling meriah, unik dan heboh adalah pelelangan Kue dan Ayam Bakar. Acara lelang ini berlangsung selama 1 (satu) jam. Menurut adat Jiwa Baru, tamu undangan tidak memberikan bingkisan berupa uang di dalam sampul/amplop tetapi melalui acara lelang ini. Uang yang terkumpul lansung disebutnya jumlahnya. Sehingga masyarakat pedesaan dan tamu undangan dapat mengetahui berapa uang yang terkumpul. Sungguh unik dan hebooh acara pelelangan Kue dan Ayam Bakar;
  • Acara santapan pesta tempat bukan didalam bangsal melainkan disediakan tempat khusus. Tamu yang dapat santapan adalah mereka yang mendapatkan karcis, saat ini sudah mengikuti gaya perkotaan;
  • Acara hiburan pada Minggu dimulai pada pukul 22.00 WIB sampai dengan selesai dan pada Hari Minggu dimulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 15.00 WIB.

Demikian sekilas Adat Desa Jiwa Baru menyelenggarakan Resepsi Pernikahan, informasi lebih lanjut hubungi Amar Lubai dengan email : silahturrahim@gmail.com atau silahturrahim@yahoo.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar