Tampilkan postingan dengan label sungai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sungai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 September 2009

Batanghari Sembilan

Sungai dalam bahasa Sumatera Selatan disebut Batanghari. Batanghari Musi merupakan sungai terpajang di Sumetera Selatan, panjangnya 750 kilometer lebar rata-rata 300 meter. Ada yang memperkirakan nama Musi berasal dari India, sebab ada nama Musi di pusat peradaban Hindu tersebut. Terakhir, ada yang menyebutkan nama Musi berasal dari bahasa Melayu yang berarti ikut atau aliran, seperti yang masih digunakan masyarakat Kayuagung.

Sungai Musi membelah Kota Palembang menjadi dua bagian kawasan: Seberang Ilir di bagian utara dan Seberang Ulu di bagian selatan. Sungai Musi, bersama dengan sungai lainnya, membentuk sebuah delta di dekat Kota Sungsang.

Mata airnya bersumber di daerah Kepahiang, Bengkulu. Sungai Musi disebut juga Batanghari Sembilan yang berarti sembilan sungai besar, pengertian sembilan sungai besar adalah Sungai Musi beserta delapan sungai besar yang bermuara di Sungai Musi. Adapun delapan sungai tersebut adalah :

Batanghari Musi melintasi Kota Palembang, membelah Propinsi Sumatera Selatan dari Timur ke Barat yang bercabang-cabang dengan delapan anak sungai besar yaitu : 
  1. Batanghari Komering melintasi : Kota Martapura dan Kayu Agung; 
  2. Batanghari Ogan melintasi : Kota Batu Raja; 
  3. Batanghari Lematang melintasi : Kota Lahat;
  4. Batanghari Kelingi melintasi : 
  5. Batanghari Lakitan melintasi :
  6. Batanghari Semangus melintasi :
  7. Batanghari Rawas melintasi :
  8. Batanghari Leko melintasi :

Selasa, 04 Agustus 2009

Batang Hari Musi

Pendahuluan

Keberadaan Batang Hari Musi di Sumatra Selatan belum diketahui secara pasti sejak kapan, siapa pertama memberikan nama Musi. Akan tetapi kemungkinan besar, ribuan tahun sebelum masehi, bahkan diperkirakan sebelum manusia yang menetap di Sumatra Selatan, batanghari Musi sudah ada. 

Keberadaan Sungai Musi ini, yang menyebabkan daerah Sumatra Selatan sejak ratusan abad lalu menjadi daerah yang hidup. Dia menjadi sumber kehidupan hewan, tumbuhan, hingga manusia. Jadi, tidaklah heran, di sekitar gunung Dempo, tepatnya di sekitar anak-anak batanghari Musi, pernah hidup manusia dengan peradaban yang cukup maju di jamannya, yang kini terlihat melalui artefak berupa patung-patung prasejarah. Lainnya, di Sumatra Selatan banyak ditemukan sumber daya alam berupa minyak bumi, batubara, dan gas bumi, yang membuktikan di daerah ini pernah hidup tumbuhan dan hewan sejak jutaan tahun lalu.

Ikan-ikan di Sungai Musi 
  • Ikan Semah (Tor Douronensis) yang hidup di Sungai Musi bagian Ulu, tepatnya di sekitar gunung Dempo, merupakan ikan dengan tubuh indah. Warna sisik yang putih atau merah keemasan sangat enak dipandang. Mereka cenderung bertubuh besar, suka berkelompok dalam jumlah yang tidak besar dan memakan apa saja.
  • Ikan Gabus (Channa Striata) dan Ikan Toman (Channa Micropeltes). Ikan yang hidup di sungai, rawa, danau, sawah, hingga di parit-parit ini, juga memakan makhluk hidup apa saja, seperti serangga, ikan kecil, kodok, atau berudu. Jadi, tak heran, Gabus dan Toman menjadi hama bagi komunitas ikan air tawar lainnya. Bahkan Gabus atau Toman yang berukuran besar dapat mencapai panjang sekitar 1 meter juga berbahaya bagi manusia. 
  • Ikan Betok (Anabas Testudineus). Bedanya, Betok memiliki ukuran lebih kecil, maksimal panjangnya 25 sentimeter. Lalu mereka pun hidup di pinggiran Sungai Musi atau anaknya, seperti di rawa-rawa, kolam atau parit. Betok juga mampu bertahan hidup di darat untuk sekian lama. Bahkan, kecepatan berjalan di darat lebih cepat dari Gabus atau Toman. Insangnya digerakan dengan dimekarkan seperti menjadi kaki depan Betok saat bergerak.
  • Ikan Juaro (Pengasius) ikan yang masuk ordo Osthariophysi ini termasuk yang paling rakus. Selain memakan ikan kecil, serangga, ikan ini juga memakan kotoran manusia dan buntang. Jadi, Juaro selalu hadir di sekitar manusia.
  • Seluang Bada (Rasbora Daniconius) dan Sepat (Trichogaster Pectoralis) Keduanya suka bergerombol dan juga memakan apa saja, meskipun tidak sebuas atau serakus Gabus, Toman, Semah, Juaro, atau Betok.

    Penutup

    Tulisan ini merupakan hasil kajian kepustakaan ruang digital melalui situs internet. Ucapan terima kasih penulis kepada para pengelola situs internet yang telah saya jadi sumber tulisan ini dan mohon maaf nama penulis sumber tulisan tidak saya tuliskan disini.

Batang Hari 9

Sungai didalam bahasa Sumatera Selatan disebut dengan Batang Hari. Dalam bahasa Melayu negeri jiran Semenanjung Malaysia Sungai disebut dengan Batang. Sumatera Selatan mempunyai Sembilan Batang Hari yang besar yaitu :
  1. Batang Hari Musi ini panjangnya 460 Km membelah Kota Palembang ibukota Provinsi Sumatera Selatan dari Timur ke Barat yang bercabang-cabang dengan delapan anak sungai besar yaitu :
  2. Batang Hari Komering membelah Kota Martapura dan Kayu Agung,
  3. Batang Hari Ogan membelah Kota Baturaja atau Kingstone,
  4. Batang Hari Lematang membelah Kota Lahat,
  5. Batang Hari Kelingi,
  6. Batang Hari Lakitan,
  7. Batang Hari Semangus,
  8. Batang Hari Rawas,
  9. Batang Hari Leko.
Sumatera Selatan dikenal dengan julukan bumi Batang Hari Sembilan.

Minggu, 02 Agustus 2009

Batanghari Sepape


Sepape nama sebuah Sungai kecil dalam bahasa lubai disebut Batanghari. Sungai adalah air tawar dari sumber alamiah yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah dan menuju atau bermuara ke laut, danau atau sungai yang lebih besar. Secara alami, sungai mengalir sambil melakukan aktivitas yang satu sama lain saling berhubungan.

Di sepanjang Daerah Aliran Sungai Sepape terdapat tanah lahan pertanian yang potensial. Dahulu dilokasi terdapat karet yang dikelola oleh rakyat desa Jiwa Baru Lubai. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat Lubai yang dilanda euforia Informasi dan Komunikasi yang mengakibat sebagian masyarakat ada yang melupakan adat istiadat yang berlaku. 

Akibatnya dari melupakan adat istiadat yang berlaku, suatu saat Sepape akan hilang ditelan Zaman. Batanghari Sepape dan tanah disepanjang aliran sungai, berpindah hak penguasaannya semula milik masyarakat Jiwa Baru menjadi milik Perusahaan yang bermodal besar.

Maafkan kami, nenek moyang yang telah mewariskan lahan pertanian di sekitar batanghari Sepape, kami tidak mampu mempertahankan hak penguasaaan tanah yang telah engkau warisan kepada kami.