Senin, 14 September 2009

Prosesi Akad Nikah

Pendahuluan

Undang-undang Republik Indonesia Nomor : 1 tahun : 1974 tentang : Perkawinan. Pasal 1 : Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pasal 2, ayat (1) Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu. Masyarakat di tanah air, sebagian besar menganggap bahwa perkawinan itu sah apabila sudah memenuhi syarat-syarat : hukum Negara, hukum agama dan hukum adat. Dalam pelaksanaannya perananan ketiga hukum tersebut tidak mutlak, tergantung dari sosio-kultural yang terbentuk dari masyarakat itu sendiri. Pada masyarakat Lubai (masuk rumpun suku Melayu), adat perkawinan yang berlaku mempunyai beberapa tahap yang harus dilaksanakan. 

Tulisan ini sekelumit tentang Prosesi pernikahan adat desa Jiwa Baru. Desa Jiwa Baru gabungan (dua) desa yaitu Baru Lubai dan Kurungan Jiwa, bagian dari wilayah kecamatan Lubai, kabupaten Muara Enim provinsi Sumatera Selatan. Terletak pada dataran rendah, dilintasi oleh Sungai Lubai. Jarak dari kota Palembang 120 km, jarak dari kota Batu Raja 70 km, jarak dari kota Muara Enim 90 km. Mayoritas penduduknya adalah etnis Lubai masuk rumpun suku Melayu Palembang. Bahasa yang digunakan adalah mirip bahasa Melayu Deli. Agama yang dianut masyarakat desa Jiwa Baru mayoritas Islam. Mata pencaharian adalah petani kebun Karet dan kebun Nanas serta kebun buah-buahan.

Adat pernikahan di daerah aliran sungai Lubai adalah adat perkawinan/pernikahan Lubai karena sebagian besar penduduk yang berdiam di daerah ini adalah suku asli Lubai. Prosesi pernikahan adat suku Lubai atau jeme Lubai ada beberapa tahap yang harus dilaksanakan antara lain : Tahap Akad Nikah. Sedekah pengantin tradisi suku Lubai terdiri dari : Akad Nikah, Malam Hiburan Keluarga dan Hari Resepsi Pernikahan. Akad Nikah adat Suku Lubai sebagai berikut :

Waktu dan tempat pelaksanaan

Waktu pelaksanaan pada hari sabtu sekitar pukul 15.00 WIB (jam 3 sore) sampai selesai. Tempat pelaksanaan : rumah dikedianman si gadis atau calon mempelai wanita.

Susunan acara :
  • Pembukaan
  • Pembacaan Kalam Illahi dilanjutkan dengan sari tilawah
  • Sambutan pihak mempelai Pria
  • Sambutan pihak mempelai Wanita
  • Pembacaan khutbatun nikah
  • Pembacaan Istigfar, Sholawat
  • Pembacaan Syahadat Nikah/ Walimah
  • Ijab dan Qobul
  • Doa
  • Penyerahan mas kawin dari pengantin pria ke pengantin wanita dilanjutkan dengan mencium tangan pengantin pria oleh pengantin wanita
  • Doa untuk pengantin dan para hadirin
  • Penanda tanganan Surat Akta Nikah diatas materai oleh kedua pengantin, para saksi dan wali
  • Ucapan selamat dari yang hadir kepada mempelai
  • Ramah tamah tamah dan penutup

Tinjauan Aspek Hukum Islam

Rukun Nikah

Adanya calon suami dan istri yang tidak terhalang dan terlarang secara syar’i untuk menikah. Di antara perkara syar’i yang menghalangi keabsahan suatu pernikahan misalnya si wanita yang akan dinikahi termasuk orang yang haram dinikahi oleh si lelaki karena adanya hubungan nasab atau hubungan penyusuan. Atau, si perempuan sedang dalam masa iddahnya dan selainnya. Penghalang lainnya misalnya si lelaki adalah orang kafir, sementara wanita yang akan dinikahinya seorang muslimah.
Adanya ijab, yaitu lafadz yang diucapkan oleh wali atau yang menggantikan posisi wali. Misalnya dengan si wali mengatakan, “Zawwajtuka Fulanah” (“Aku nikahkan engkau dengan si Fulanah”) atau “Ankahtuka Fulanah” (“Aku nikahkan engkau dengan Fulanah”). Adanya qabul, yaitu lafadz yang diucapkan oleh suami atau yang mewakilinya, dengan menyatakan, “Qabiltu Hadzan Nikah” atau “Qabiltu Hadzat Tazwij” (“Aku terima pernikahan ini”) atau “Qabiltuha.”

Syarat nikah

Kepastian siapa mempelai laki-laki dan siapa mempelai wanita dengan isyarat (menunjuk) atau menyebutkan nama atau sifatnya yang khusus/khas. Sehingga tidak cukup bila seorang wali hanya mengatakan, “Aku nikahkan engkau dengan putriku”, sementara ia memiliki beberapa orang putri.
Keridhaan dari masing-masing pihak, dengan dalil hadits Abu Hurairah rodhiyaallah anhu secara marfu’: “Tidak boleh seorang janda dinikahkan hingga ia diajak musyawarah/dimintai pendapat, dan tidak boleh seorang gadis dinikahkan sampai dimintai izinnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5136 dan Muslim no. 3458). Terkecuali bila si wanita masih kecil, belum baligh, maka boleh bagi walinya menikahkannya tanpa seizinnya.

Adanya wali bagi calon mempelai wanita, karena Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada nikah kecuali dengan adanya wali.” (HR. Al-Khamsah kecuali An-Nasa`i, dishahihkan Al-Imam Al-Albani t dalam Al-Irwa` no. 1839). Beliau Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: Apabila seorang wanita menikahkan dirinya sendiri tanpa adanya wali maka nikahnya batil, tidak sah.

Siapakah Wali dalam Pernikahan?

Ulama berbeda pendapat dalam masalah wali bagi wanita dalam pernikahannya. Adapun jumhur ulama, di antara mereka adalah Al-Imam Malik, Asy-Syafi’i, Ahmad, dan selainnya berpandangan bahwa wali nasab seorang wanita dalam pernikahannya adalah dari kalangan ‘ashabah, yaitu kerabat dari kalangan laki-laki yang hubungan kekerabatannya dengan si wanita terjalin dengan perantara laki-laki (bukan dari pihak keluarga perempuan atau keluarga ibu tapi dari pihak keluarga ayah/laki-laki), seperti ayah, kakek dari pihak ayah3, saudara laki-laki, paman dari pihak ayah, anak laki-laki paman dari pihak ayah, dan seterusnya. Dengan demikian ayahnya ibu (kakek), saudara perempuan ibu (paman/khal), saudara laki-laki seibu, dan semisalnya, bukanlah wali dalam pernikahan, karena mereka bukan ‘ashabah tapi dari kalangan dzawil arham. (Fathul Bari, 9/235, Al-Mughni, kitab An-Nikah, fashl La Wilayata lighairil ‘Ashabat minal Aqarib).

Di antara sekian wali, maka yang paling berhak untuk menjadi wali si wanita adalah ayahnya, kemudian kakeknya (bapak dari ayahnya) dan seterusnya ke atas (bapaknya kakek, kakeknya kakek, dst.) Setelah itu, anak laki-laki si wanita, cucu laki-laki dari anak laki-lakinya, dan terus ke bawah. Kemudian saudara laki-lakinya yang sekandung atau saudara laki-laki seayah saja. Setelahnya, anak-anak laki-laki mereka (keponakan dari saudara laki-laki) terus ke bawah. Setelah itu barulah paman-paman dari pihak ayah, kemudian anak laki-laki paman dan terus ke bawah. Kemudian paman-paman ayah dari pihak kakek (bapaknya ayah). Setelahnya adalah maula (orang yang memerdekakannya dari perbudakan), kemudian yang paling dekat ‘ashabah-nya dengan si maula. Setelah itu barulah sulthan/penguasa. (Al-Mughni kitab An-Nikah, masalah Wa Ahaqqun Nas bin Binikahil Hurrah Abuha…, dan seterusnya). Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

Lafaz / ucapan akad nikah

Akad nikah adalah perjanjian yang berlangsung antara dua pihak yang melangsungkan pernikahan dalam bentuk ijab dan qabul. Ijab adalah penyerahan dari pihak pertama, sedangkan qabul adalah penerimaan dari pihak kedua. Ijab dari pihak wali si perempuan dengan ucapannya, misalnya: “Saya nikahkan anak saya yang bernama si Fulana kepadamu dengan mahar sebuah cincin emas berlapis permata.” Qabul adalah penerimaan dari pihak suami dengan ucapannya, misalnya: “Saya terima nikahnya anak Bapak yang bernama si Fulana dengan mahar sebuah cincin emas berlapis permata.”

Penutup

Berdasarkan pengamatan penulis bahwa acara akad nikah adat suku Lubai tidak ada yang bertentangan dengan ketentuan hukum Islam, oleh sebab itu akad nikah adat suku Lubai boleh saja dilestarikan. Namun demikian yang perlu disesuaikan adalah penempatan kaum hawa dan kaum adam sebaiknya jangan ditempatkan pada satu tempat. Sebaiknya dibuatkan tempat terpisah antara kaum adam dan kaum hawa, agar nilai nilai Islam dapat kita aplikasikan pada adat pernikahan suku Lubai.

Semoga kajian akad nikah adat suku Lubai bermanfaat bagi para pembaca dan dapat menjadi bahan pertimbangan pelaksanaan akad nikah anak keturunan suku Lubai. Apabila diperbolehkan menurut hukum Islam marilah kita laksanakan dan apabila dilarang marilah kita hindarkan. Terima kasih atas kunjungan keblog kami.

Berladang oryza sativa

Pendahuluan

Masyarakat Lubai jika ingin mendapatkan padi, harus membabat hutan muda untuk dijadikan lahan peladangan atau menanami ume punggasan. Usia hutan muda yang dibuka biasanya lebih kurang 10 tahun sampai dengan 15 tahun. Pembabat hutan ini dimulai pada akhir musim kemarau, dengan tujuan agar setelah selesai proses pembabatan lahan ini langsung dapat dibakar.

Hutan-hutan muda yang telah dianggap baik untuk dijadikan ladang dalam bahasa Lubai ”ume” terlebih dahulu dibersihkan/ditebas semak-semak dan perdunya. Alat yang digunakan untuk melakukan penebasan biasanya Golok dalam bahasa Lubai disebut Pisau penebasan. Setelah proses penebasan selesai, pohon-pohon kayu besar ditebang. Alat yang digunakan penebangan pohon-pohon kayu besar menggunakan Golok besar dalam bahasa Lubai “Pisau kimpalan” atau menggunakan “beliung”. Saat ini alat yang digunakan untuk menebangkan pohon-pohon besar ini adalah Chainshow “sinsou”. Semak-semak yang telah ditebas terlebih dahulu sebelum proses penebangan akan tertimpa pohon-pohon kayu besar, kelak akan jadi bahan bakar untuk membakar keseluruhan lahan. Kayu-kayu besar yang habis ditebangi kemudian dipangkas, kegiatan ini dalam bahasa Lubai disebut “nutoh hebe”. Kayu-kayu yang dianggap baik mutunya dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembuatan rumah dan dangau ditepikan agar tak ikut terbakar.

Penyiapan Lahan

Seusai masa tebas tebang, maka ditunggu masa pembakaran lamanya yaitu sekitar 1 – 2 minggu dengan maksud menunggu kayu semak dan dedaunan kering. Pada masa tunggu itu biasanya para petani di Lubai, membuat kekas atau semacam koridor yang mengelilingi lahan yang akan dibakar. Umumnya selebar 5- 10 meter. Koridor atau jalur kekas sebetulnya berfungsi sebagai pembatas agar api tidak menyambar/melambas kelahan diluar area ladang. Caranya dengan membersihkan kayu, ranting, dan daun-daun yang dapat menjadi bahan bakar api dari lahan yang baru dibuka kelahan yang tidak dibuka, baik milik sendiri maupun milik orang lain. Ayahanda penulis jika membuka lahan peladangan biasanya menyisakan lahan selebar 1-2 meter yang tidak dibabat sebagai pembatas kobaran api.

Pembakaran Lahan

Proses pembakaran dilakukan biasanya pada sore hari, sebab angin mulai tidak kencang. Pemilik lahan biasanya melibatkan para kaum kerabat dan para pemilik lahan disebelahnya untuk ikut mengontrol api. Api disulut ke lahan bakar dengan melawan arah angin. Sederhanya adalah jika arah angin berhembus ke utara maka api pertama disulutkan dari arah selatan lahan. Hal tersebut dilakukan supaya api tidak menyambar dengan sangat cepat.

Pada saat menunggui api padam, umumnya yang membuka lahan menghidangkan bubur kacang hijau dengan kuah manis bersantan. Jika kebetulan bertepatan dengan musim Durian kuah santan akan digantikan kuah Durian dalam bahasa Lubai ”kince”.

Proses selanjutnya usai pembakaran lahan, beberapa hari kemudian dilakukakan pembersihan lahan. Dalam hal pembersihan lahan ini, sisa ranting dan kayu-kayu besar yang tidak habis terbakar dikumpulkan. Sebagian dipilah untuk dijadikan kayu bakar, sebagian lagi pengumpulan ranting-ranting dan kayu-kayu ditempatkan ke titik-titik tertentu yang dianggap tanahnya belum kena bakar. Tanah yang belum kena bakar akan memunculkan kesulitan perawatan tanaman nantinya, sebab akan cepat ditumbuhi gulma. Oleh sebab itu lahan yang tidak terkena bakar harus dibakar ulang, peristiwa ini dalam bahasa Lubai disebut ”Mandok”.

Penanaman padi

Pada awal musim hujan biasanya Uhang Lubai memulai musim tanam. Tanaman pangan utama yang ditanam adalah padi ”oryza sativa” yang tidak seragam. Terdapat dua spesies padi yang dibudidayakan manusia: Oryza sativa yang berasal dari daerah hulu sungai di kaki Pegunungan Himalaya (India dan Tibet/Tiongkok) dan O. glaberrima yang berasal dari Afrika Barat (hulu Sungai Niger). Pada awal mulanya O. sativa dianggap terdiri dari dua subspesies, indica dan japonica (sinonim sinica). Padi japonica umumnya berumur panjang, postur tinggi namun mudah rebah, paleanya memiliki "bulu" (Ing. awn), bijinya cenderung panjang. Padi japonica biasanya agak lengket nasinya. Padi indica, sebaliknya, berumur lebih pendek, postur lebih kecil, paleanya tidak ber-"bulu" atau hanya pendek saja, dan biji cenderung oval.

Penanaman padi dilakukan dengan cara beramai-ramai, pemilik lahan mengundang kaum kerabatnya untuk menanam padi bersama-sama. Alat yang digunakan adalah kayu dibuat runcing dibawahnya dalam bahasa Lubai disebut Tugal. Selain tanaman padi biasanya Uhang Lubai be-ume akan menanam tanaman yang lainnya seperti : 1). Ketela pohon dalam bahasa Lubai ”menggale”, 2). Ketela rambat dalam bahasa Lubai ”silong”, 3). Kentang jembut ”kemili”, 4). Talas, 5). Jagung, 6). Labu. Penanaman padi umumnya dilakukan selama dua tahun, yaitu pada saat ume himbe ’”ladang padi pertama dibuka”, ume punggas ”ladang padi tahun kedua”.

Pagar Ladang

Setiap ladang di daerah Lubai, harus dibuatkan pagar dari kayu dalam bahasa Lubai disebut kandang. Proses pemagaran ini dinamakan ”ngandang ume”. Kayu yang dipergunakan biasanya sisa-sisa dari pembakaran lahan peladangan dan sebagian mencari hutan muda lainnya. Kayu yang ditancapkan ketanah untuk menahan beban pagar disebut ”tajar”. Tajar dibuat dari kayu yang keras seperti kayu pelawan, kayu gelam atau kayu tidak keras akan dapat tumbuh kembali seperti kayu simpuh. Tinggi pagar lebih kurang 175 cm, dibuat dengan menyusun kayu-kayu yang panjang 3 meter. Untuk mengikat pagar dahulu digunakan akar-akar pilihan yang awet kena panas dan hujan. Saat ini untuk mengikat pagar telah menggunakan kawat.

Danggau

Danggau adalah sebuah tempat berteduh ditengah peladangan. Kayu yang dipergunakan biasanya diambil dari sisa-sisa pembakaran lahan peladangan. Danggau dibuat dalam bentuk panggung, dengan ketinggian lebih kurang 2 meter. Agar praktis biasanya kayu yang digunakan untuk tiang adalah kayu yang mempunyai cabang, sehingga mudah untuk menempakan kayu diatas cabang tadi. Ukuran danggau ini biasanya panjang 4 meter dan lebar 3 meter. Lantai panggung digunakan papan, atau menggunakan bambu. Dinding danggau menggunakan kulit kayu kahas atau gaharu. Atapnya danggau menggunakan daun sehedang sejenis pohon nipah.

Panen Padi

Setelah menunggu beberapa bulan lamanya, tanaman padipun menguning bagaikan kilauan emas yang indah dipandang mata. Semilir angin meniup daun padi, dedaunan padi mengeluarkan suara yang indah, membuat petani gairah untuk menjaga ladangnya. Seakan-akan padi-padi itu berkata, tuanku karena engkau telah memeliharaku dengan baik, maka ambillah aku. Sipemilik lahanpun menyiapkan peralatan untuk memanen padinya. Alat-alat yang dipersiapkan adalah behunang, bake dan tuai. Masyarakat Lubai biasanya jika memanen padi, menggunakan alat-alat tersebut diatas.

Tulisan ini hanya sekedar untuk informasi awal saja, untuk lebih silahkan langsung bertanya kepada para peladang di wilayah Lubai.

Minggu, 13 September 2009

Ikan Arwana

Pendahuluan

Ikan Arwana Asia  disebut juga Siluk Merah adalah salah satu spesies ikan air tawar dari Asia Tenggara. Ikan ini memiliki badan yang panjang; sirip dubur terletak jauh di belakang badan. Arwana Asia umumnya memiliki warna keperak-perakan. Nama ikan ini : Arwana, Nama lain :  ikan Siluk, ikan Kangan, ikan Kalikasi, dan ikan Kelasa, Nama ilmiah : Scleropages formosus.

Karakteristik Ikan

Secara morfologis (ciri-ciri fisik), badan dan kepala arwana agak padat. Tubuhnya pipih dan punggungnya datar, hampir lurus dari mulut hingga sirip punggung. Garis lateral atau gurat sisi yang terletak di samping kiri dan kanan tubuh arwana panjangnya antara 20–24 cm. 

Bentuk mulutnya mengarah keatas dan mempunyai sepasang sungut pada bibir bawah. Ukuran mulutnya lebar dan rahangnya cukup kukuh. Giginya berjumlah 15-17. Bagian insangnya dilengkapi dengan penutup insang. Letak sirip punggungnya berdekatan dengan pangkal sirip ekor (caudal). Sirip anusnya lebih panjang daripada sirip punggung (dorsal), hampir mencapai sirip perut (ventral). Panjang arwana dewasa sangat variatif, antara 30–80 cm. 

Bentuk badannya gepeng dan bersisik besar meliuk-liuk indah saat berenang di akuarium. Ditambah tumbuhnya dua sungut di ujung bibir bawah membuat ikan ini mirip liong atau naga. Karena itu, tidak mengherankan jika sebagian masyarakat menyebutnya dengan kimliong atau ikan naga emas. Layaknya naga, arwana juga dianggap sebagai simbol keberhasilan, keperkasaan, dan kejayaan.

Ikan arwana termasuk jenis ikan yang sangat agresif dan gesit. Apabila ikan arwana sedang stres, maka ia akan menabrakan dirinya ke tembok akuarium atau meloncat-loncat. Oleh karena itu, supaya ikan arwana tidak stres kita harus berhati-hati ketika sudah memutuskan untuk merawatnya. Bahkan, jika ingin merawat ikan arwana di akuarium sangat disarankan untuk memberikan penutup akuarium supaya ikan tidak loncat keluar.

Kegunaan Ikan

Ikan merupakan salah satu ikan hias yang mempunyai nilai jual tinggi. Ikan ini pernah booming di masa lampau. Sekarang, meskipun penjualan tidak seperti masa lampau lagi, tetapi masih banyak yang mencari ikan jenis ini. Konsumen utama bisnis budidaya ikan arwana ini, selain para pengecer, juga para penggemar ikan hias langsung serta hotel dan perusahaan yang sering menjadikan ikan ini dekorasi ruangan.

Ikan Lele

Pendahuluan

Lele atau ikan keli, adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Ikan yang memiliki ciri khas akan kumisnya yang panjang dan memiliki rasa yang lezat dan harga yang sangat terjangkau. Selain itu, untuk mendapatkannya pun sangat mudah, itulah mengapa ikan ini menjadi salah satu ikan konsumsi yang digemari oleh banyak orang. Nama ikan ini : Lele, Nama lain : ikan Limbek (sumatera barat), ikan Kalang (sumatra selatan), ikan Maut (gayo), ikan Seungko (aceh), ikan Sibakut (karo), ikan Pintet (kalimantan selatan), ikan Keling (makassar), ikan Cepi (sulawesi selatan), ikan Lele (jawa tengah) atau ikan Keli (malaysia), Nama ilmiah : Clarias.

Karakteristik Ikan

Ikan lele adalah tubuhnya yang licin memanjang serta tidak memiliki sisik seperti kebanyakan jenis ikan lain. Jika diperhatikan sekilas, ikan lele memiliki bentuk yang menyerupai ikan sidat. Hal ini dikarenakan sirip punggung dan sirip anusnya yang juga memanjang juga terkadang menyatu dengan sirip ekor.

Ikan-ikan marga Clarias dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip anus yang juga panjang, yang kadang-kadang menyatu dengan sirip ekor, menjadikannya tampak seperti sidat yang pendek. 

Kepalanya keras menulang di bagian atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap. Lele juga memiliki alat pernapasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya. 

Terdapat sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya. Ada yang mengatakan,bahwa patil ini tidak hanya tajam tetapi juga beracun dan mengakibatkan panas tinggi jika orang tak sengaja terkena patil tersebut.

Kegunaan Ikan

Lele dikembangbiakkan di Indonesia untuk konsumsi dan juga untuk menjaga kualitas air yang tercemar. Seringkali lele ditaruh di tempat-tempat yang tercemar karena bisa menghilangkan kotoran-kotoran. Lele yang ditaruh di tempat-tempat yang kotor harus diberok terlebih dahulu sebelum siap untuk dikonsumsi. Diberok itu ialah maksudnya dipelihara pada air yang mengalir selama beberapa hari dengan maksud untuk membersihkannya.

Kadang kala lele juga ditaruh di sawah karena memakan hama-hama yang berada di sawah. Lele sering pula ditaruh di kolam-kolam atau tempat-tempat air tergenang lainnya untuk menanggulangi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk.

Ikan lele diketahui menjadi salah satu makanan yang kaya asam lemak omega-3. Oleh sebab itu, manfaat ikan lele berikatan erat dalam menurunkan risiko penyakit kronis. Asam lemak omega-3 dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, serta juga membantu mengurangi kondisi peradangan, seperti rheumatoid artritis.

Ada dua langkah bagi tubuh untuk menyerap vitamin B12 dari makanan. Pertama, asam klorida di perut memisahkan vitamin B12 dari protein yang melekat dalam makanan. Kemudian, vitamin B12 bergabung dengan protein yang dibuat oleh lambut, disebut faktor intrinsik dan diserap oleh tubuh. Tubuh akan memanfaatkan vitamin B12 dari ikan lele untuk membantu pembuatan DNA, memberi makanan sel-sel sarah, dan membentuk sel darah merah normal. Dengan begitu, mengonsumsi ikan lele dapat mencegah jenis anemia megaloblastik sehingga tubuh tidak akan mudah merasa lelah dan lemah.

Jumat, 11 September 2009

Ikan Betok

Pendahuluan

Ikan Betok adalah nama sejenis ikan yang umumnya hidup liar di perairan tawar. Tubuh memanjang, sirip dorsal memiliki basis yang lebih panjang daripada anal, dorsal dan anal mencapai mundur ke awal dan bahwa caudal tepi posterior penutup insang beruang dua tulang punggung yang kuat. Warna adalah sebuah 'berlumpur' penampilan abu-abu zaitun. Yang muda spesimen memiliki tempat gelap di caudal gagang bunga (titik di mana tubuh mulai berakhir dan ekor). Nama ikan ini : Betok, Nama lain : Betuk (lubai), Bethok atau bethik (jawa), Puyu (malaysia), Pepuyu (banjar), Nama ilmiahnya : Anabas testudineus (Bloch, 1792).

Karakteristik Ikan Betok

Ikan ini ukuran badan maksimal panjang : 25 cm. Insang mencakup dilengkapi dengan berbagai duri yang digunakan sebagai mekanisme pertahanan dan bila kita terkena ini menyebabkan rasa sakit dan bengkak jari. Ikan Betok ini mampu bergerak dari kolam ke kolam dengan menggunakan sirip dada mereka, caudal gagang bunga dan insang mencakup sebagai alat penggerak. Sebagai sarana perlindungan ikan ini dikatakan menggunakan kegelapan dalam rangka untuk bergerak melakukan hal itu dalam kelompok-kelompok dan bukan sebagai individu.

Ikan Betok juga mampu bertahan hidup di darat untuk sekian lama. Bahkan, kecepatan berjalan di darat lebih cepat dari gabus atau toman. Insangnya yang digerakan dengan dimekarkan seperti menjadi "kaki depan" betok saat bergerak. Sisi atas tubuh (dorsal) gelap kehitaman agak kecoklatan atau kehijauan. Sisi samping (lateral) kekuningan, terutama di sebelah bawah, dengan garis-garis gelap melintang yang samar dan tak beraturan. Sebuah bintik hitam (terkadang tak jelas kelihatan) terdapat di ujung belakang tutup insang.

Ikan Betok umumnya ditemukan di rawa-rawa, sawah, sungai kecil dan parit-parit, juga pada kolam-kolam yang mendapatkan air banjir atau berhubungan dengan saluran air terbuka. Ikan ini memangsa aneka serangga dan hewan-hewan air yang berukuran kecil. Betok jarang dipelihara orang, dan lebih sering ditangkap sebagai ikan liar. Dalam keadaan normal, sebagaimana ikan umumnya, betok bernafas dalam air dengan insang. 

Akan tetapi seperti ikan gabus dan lele, betok juga memiliki kemampuan untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Ikan ini memiliki organ labirin (labyrinth organ) di kepalanya, yang memungkinkan hal itu. Alat ini sangat berguna manakala ikan mengalami kekeringan dan harus berpindah ke tempat lain yang masih berair. 

Ikan Betok mampu merayap naik dan berjalan di daratan dengan menggunakan tutup insang yang dapat dimegarkan, dan berlaku sebagai semacam ‘kaki depan’. Namun tentu saja ikan ini tidak dapat terlalu lama bertahan di daratan, dan harus mendapatkan air dalam beberapa jam atau ia akan mati.

Kegunaan 
Ikan Betok

Meningkatkan Kecerdasan. Betok kaya akan omega 3 yang sangat bermanfaat bagi perkembangan otak. Oleh sebab itu, ikan betok sangat baik dikondumsi anak-anak dalam masa pertumbuhan. Mencegah Tulang Keropos. Osteoporosis pada umumnya menyerang orang lanjut usia. Tetapi dengan pola hidup yang kurang sehat, pengeroposan tulang bisa terjadi lebih cepat, yaitu di usia 40-an. Menambah Nafsu Makan. Ikan betok terbukti dapat meningkatkan nafsu makan. Oleh karena itu, sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak dan dewasa yang mengalami penurunan nafsu makan. Mencegah Anemia. Betok mempunyai kandungan zat besi tinggi, sehingga dapat meningkatkan kadar hemoglobin di dalam sel darah merah.

Penutup

Tulisan ini merupakan hasil kajian kepustakaan ruang digital melalui situs internet. Ucapan terima kasih penulis kepada para pengelola situs internet yang telah saya jadi sumber tulisan ini dan mohon maaf nama penulis sumber tulisan tidak saya tuliskan disini.

Ikan Seluang

Pendahuluan

Ikan Seluang merupakan ikan yang banyak terdapat di sungai di daerah asia tenggara, termasuk Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Ikan ini bersisik seperti ikan lampam tetapi berbentuk tirus seperti anak Jelawat. Nama Ikan ini : Seluang, Nama lain : Rasbora daniconius, Nama ilmiah : Rasbora spp.

Karakteristik Ikan Seluang

Karakteristik ikan seluang ini digambarkan dalam bentuk fisiknya yang secara umum. Bentuk tubuh ikan seluang yaitu pipih dan memanjang dengan sisik tipis yang menempel pada tubuhnya.

Selain itu ikan seluang juga memiliki warna putih keperakan dan bagian sisi tubuhnya terdapat corak garis berwarna hitam. Corak tersebut akan memudar pada saat ikan mulai tumbuh dewasa. Kemudian ikan selauang ini juga memiliki ukuran tubuh yang kecil-kecil.

Sungai Musi dan anak-anaknya di Provinsi Sumatera Selatan, banyak dihuni oleh Ikan Seluang. Batanghari Lubai yang merupakan cicit dari Sungai Musi dulu banyak ikan jenis ini. Danau Sipin dan Danau Teluk Kenali terutama pada musim hujan saat air Sungai Batanghari meluap di Provinsi Jambi banyak ikan. Pembiakan berlaku secara semula jadi di habitat asal. Ia lebih selesa dalam air neutral bercampur sedikit asid. Pada habitat ini, ia akan melekatkan telurnya pada tumbuhan air seperti kiambang atau keladi bunting.

Pada era tahun 1970-an penulis ikut Ayah menjala pada malam hari di Sungai Lubai, kami mendapatkan hasil yang banyak. Saat ini ikan Seluang di Lubai populasi semakin berkurang, karena manusia semakin banyak mengambilnya tanpa memikirkan perkembangan biakkannya.

Kegunaan Ikan Seluang

Untuk digulai pindang dan digoreng serta dibuat ikan pepes. Di negara Singapura dan Malaysia ikan ini diperdagangkan menjadi ikan hias Akuarium. Hidangan ikan seluang menjadi salah satu ikon kuliner Melayu, yang tersebar dari Pekanbaru, Palembang, hingga Banjarmasin. Variasi masakannya amat lebar, mulai dari pempek, tekwan, hingga sate lilit dan pepes kelapa.

Salah satu peyakit yang sangat membahayakan nyawa adalah sakit jantung. Jenis penyakit ini bisa membuat nyawa melayang, ketika kondisi tubuh baik secara fisik maupun mental tidak dijaga dengan benar. Untuk menurunkan risiko terserang penyakit jantung salah satu hal yang bisa kita lakukan yaitu dengan memperhatikan pola makan kita. Makanan yang bisa menjaga kesehatan jantung salah satunya yaitu ikan seluang. Ikan selaung ini sangat dipercaya bisa kesehatan jantung dan pembuluh darah. Selain itu ikan ini juga berkhasiat untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Hal ini dikarenakan kandungan lemak yang rendah, tinggi protein, dan asam lemak omega-3 pada ikan baik untuk kesehatan jantung.

Penutup

Tulisan ini merupakan hasil kajian kepustakaan ruang digital melalui situs internet. Ucapan terima kasih penulis kepada para pengelola situs internet yang telah saya jadi sumber tulisan ini dan mohon maaf nama penulis sumber tulisan tidak saya tuliskan disini.

Kamis, 10 September 2009

Ikan Tapah

Pendahuluan

Ikan Tapah adalah ikan yang cukup besar bahkan terbesar dibandingkan ikan tawar yang lain. Untuk temuan terbaru, ikan tapah ada yang berukuran 35 kg. Dengan berat ini, tentu wajar kalau ikan tapah dianggap super besar untuk hewan habitat sungai. Nama Ikan ini : Tapah,  Nama ilmiah : Wallago attu. 

Karakteristik Ikan Tapah

Ikan Tapah adalah satu spesies ikanair tawar yang masuk dalam famili Siluridae. Ikan ini terdapat di bahagian selatan Asia dari Pakistan ke Vietnam, Malaysia, dan Indonesia. Ikan Tapah hidup di sungai dan tasik yang besar, dengan dasar sungai yang berlumpur dan air yang mengalir dengan perlahan. Ikan ini amat lembap dan biasa menyembunyikan diri di dalam lubang-lubang yang terdapat di tebing sungai dan terusan atau mengekalkan diri di dasar sungai untuk mencari makanan.

Ikan Tapah adalah pemangsa yang kuat makan. Makanan untuk ikan dewasa termasuk ikan yang lebih kecil, krustasia, dan moluska, manakala anak ikan biasanya makan serangga. Oleh itu, ikan ini adalah ikan pemangsa, khususnya terhadap ikan-ikan lain yang lebih kecil. Ikan Tapah berkembang-biak pada musim panas sebelum musim hujan. Oleh itu, banyak ikan duri ini boleh ditemukan pada musim panas. 

Badan Ikan Tapah panjang dan amat padat. Ikan ini dapat tumbuh sehingga 2.4 meter (8 kaki) panjang. Kepalanya lebar, dengan mulut yang besar dan melekuk. Sudut-sudut mulutnya menjangkau ke belakang matanya. Gigi ikan ini amat tajam dan dapat menggigit manusia. Matanya kecil sahaja, dengan tepi di sekelilingnya. Ikan Tapah mempunyai dua pasang duri, dengan sirip dorsal yang kecil dan sirip belakang yang amat panjang.

Penutup

Tulisan ini merupakan hasil kajian kepustakaan ruang digital melalui situs internet. Ucapan terima kasih penulis kepada para pengelola situs internet yang telah saya jadi sumber tulisan ini dan mohon maaf nama penulis sumber tulisan tidak saya tuliskan disini.